span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Achmad Zaky: Bukalapak Bangun dan Bantu Para Pengusaha Kecil Menengah
Oleh : Nanda Aulia Rachman
25 April 2018

Highlight

Jangan buang waktu menunggu inspirasi. Mulailah, dan inspirasi akan menemukanmu.

Achmad Zaky
Seorang pengusaha di industri start-up  yang mendirikan sebuah situs jual-beli online bernama BukaLapak.
Sumber: profilbos.com

Tren online marketplace semakin menjamur pada akhir-akhir ini. Salah satu pemain utama di industri Indonesia adalah Bukalapak. Berawal dari kecintaannya pada teknologi, tokoh inspiratif ini belajar dan menggunakannya untuk membantu para pengusaha kecil menengah Kinibisa mempersembahkan kisah inspiratif Achmad Zaky, pendiri Bukalapak.

 



"Setiap masalah adalah peluang dan membuat kita lebih baik. Jangan pernah lari darinya."

Achmad Zaky lahir di Sragen, 24 Agustus 1986. Ia merupakan founder sekaligus CEO dari salah satu online marketplace terbesar di Indonesia, Bukalapak.com. Startup berbasis C2C (Consumer to Consumer) ini bertujuan untuk memberdayakan para pengusaha UKM (Usaha Kecil Menengah).

Zaky dan Teknologi
 

Zaky kecil mulai mengenal dunia teknologi saat ia berusia 11 tahun. Pamannya, pada saat itu, memberikan sebuah perangkat komputer pribadi (PC) dan buku-buku soal pemrograman. Secara tidak sadar, lelaki asal Sragen ini tumbuh mencintai teknologi dan perintilannya.

Kecintaannya ini memberikan manfaat bagi Zaky. Ia mendapatkan kesempatan untuk mewakili sekolahnya, SMAN 1 Solo di Olimpiade Sains Nasional di bidang komputer. Ia berhasil melaju hingga tingkat nasional pada gelaran itu.

Di tahun 2004, teknologi kembali mengambil peran dalam hidupnya. Achmad Zaky memutuskan untuk mengeyam pendidikan tinggi di program studi di Sekolah Teknik Elektronik dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB).

Di ITB, prestasi Zaky bisa dianggap moncer. IPKnya masih dibatas normal di kalangan teman-temannya, bahkan ia meraih skor 4.00 untuk IPK perdananya di Kampus Ganeca.

Rasa keingintahuan dan kemauan untuk belajar dan saling berkolaborasi untuk pengembangan teknologi membentuk Zaky sebagai pribadi yang produktif dan prestatif. Ia seringkali menjuarai berbagai kompetisi tingkat nasional. Beberapa prestasi dan kontribusi Zaky di bidang akademis antara lain;

  • Juara 2 Indosat Wireless Innovation Contest 2007
  • Pembuat perangkat lunak untuk melakukan perhitungan cepat pada survei, MobiSurveyor
  • Peraih Merit Award di Indonesia ICT Awards 2008
  • Peraih beasiswa studi selama dua bulan ke Oregon State University 2008
  • Delegasi ITB untuk Harvard Model United Nations 2009

Ia juga aktif berkegiatan disana. Beberapa unit kegiatan mahasiswa didirikan dan diikuti oleh suami dari Diajeng Lestari ini, seperti;

  • Pionir Technoentrepreneur ITB (TEC ITB)
  • Pionir ShARE ITB (komunitas non-profit untuk berbagi pengetahuan untuk memahami ekonomi sosial masyarakat melalui presentasi, konferensi dan proyek)
  • Anggota Amateur Radio Club ITB (ARC ITB)

sudah mencintai teknologi
Achmad Zaky sudah mencintai dunia teknologi sejak kecil
Sumber:
wikimedia.org

Jiwa entrepreneur Zaky juga diimplementasikan secara nyata saat ia berkuliah. Ia mendirikan warung mie ayam bersama temannya. Modalnya didapatkan dari uang hasil hadiah perlombaan. Namun usahanya saat itu belum membuahkan hasil yang membahagiakan. “Kami gagal karena kurang pengalaman. Kami ingin membuka warung mie lezat yang murah, tapi itu menyebabkan kami memiliki margin rendah, dan mengakibatkan pelayanan tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Itu tidak cocok.” Jelas Zaky dilansir dari Tech In Asia (05/05/2014).

Bukalapak sebagai Proyek Sampingan
 

Bukalapak 2009
Bukalapak mulai dirintis sejak tahun 2009
Sumber:
wikimedia.org

Setelah meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude di program studi Teknik Komputer, awalnya ia berniat untuk bekerja di konsultan manajemen ternama di Jakarta. Akan tetapi, setelah tiga kali mendaftar, hasilnya masih nihil. Akhirnya ia bersama teman-temannya mendirikan sebuah perusahaan jasa konsultasi teknologi sendiri bernama Suitmedia di tahun 2009.

Selama berkutat dengan Suitmedia, Zaky dan tim mendirikan Bukalapak sebagai proyek sampingan. Ia (Bukalapak) ditujukkan sebagai salah satu produk portfolio untuk ditujukkan kepada klien di tahun 2010.

Achmad Zaky bersama temannya Nugroho Herucahyono menjadi pemain utama pada proyek sampingan ini Pada awalnya, mereka hanya dibantu oleh dua orang sebagai staf. Ia mengundang teman dan kenalannya dikala senggang dari Suitmedia.

Bukalapak mempunyai misi untuk menaikkan kelas UKM di Indonesia karena UKM lah pemain utama dalam aktivitas ekonomi di dalam negeri dan UKM juga memberikan kesempatan kerja yang besar bagi penduduk Indonesia.

Membangun sebuah start-up tidaklah mudah, hal itu pula yang dirasakan oleh lulusan ITB ini. Pada awalnya, ia mengalami jalan buntu untuk menarik penjual-penjual yang ada di mal. Alasan utamanya bersumber pada keskeptisan mereka terhadap bisnis e-commerce. Mereka tidak ingin dibuat pusing oleh urusan-urusan lainnya.

Akan tetapi, tak ada rotan akar pun jadi. Bukalapak tetap mendapatkan para mitra penjualnya dari mereka yang bergerak di sektor UKM. Mereka meminta Zaky dan tim untuk membantu mereka mempromosikan produk mereka karena produknya masih kalah saing dengan pedagang besar

Guna mengatasi problematika mengenai pandangan skeptis bertransaksi secara daring, Zaky dan tim berusaha untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada penjual soal berjualan di internet lewat Facebook dan Twitter. Ia juga mulai mendekati para komunitas untuk menggunakan Bukalapak. Salah satu komunitas awal yang menggunakan Bukalapak adalah sepeda. Oleh karena itu situs ini sangat terkenal di kalangan para pecinta sepeda pada awal pembuatannya.

Pendanaan Bukalapak
 

tandatangan
Sedang menandatangani sebuah perjanjian bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf.
Sumber:
wp.com

Menurut Zaky, modal yang dibutuhkan untuk membangun startup ini tidaklah besar.  Modalnya hanyalah biaya hidupnya yang ia dapatkan dari proyek-proyek sampingan dan Suitmedia. Di pertengahan tahun 2011, Batavia Incubator melirik geliat proyek Zaky dan kawan-kawannya.

Pada saat itu proyek Bukalapak sedang tumbuh pesat. Ia dikenal sebagai marketplace terbesar untuk produk-produk sepeda dan aksesorisnya. Hingga bulan Juli 2011, Bukalapak telah menjual 100.000 produk dimana sepertiganya diisi oleh sepeda dan aksesorisnya. Situs ini dilihat lebih dari 12 juta kali.

Selain Batavia Incubator, Bukalapak juga memperoleh investasi dari 500 startups, IMJ Investments, Gree Ventures, Aucfan, IREP dan Emtek Group hingga tahun 2015. Walaupun telah mendapat banyak pendanaan, Zaky tidak terlena.

“Apabila saya mengeluarkan dana dengan lebih baik pada saat itu, tentunya Bukalapak sudah menjadi sebesar sekarang tiga tahun yang lalu,” ujar Zaky soal penyesalannya karena terlalu berhemat dilansir dari Tech In Asia (30/03/2016)

baca juga: cara membuat pembukuan perusahaan

Bukalapak memperoleh momentumnya. Setelah mendapatkan pendanaan dari Batavia Incubator, transaksi harian di Bukalapak meningkat. Dana yang digunakan untuk meningkatkan layanan kepada konsumen dan penjual membuahkan hasil terutama bagi mereka yang bergerak pada UKM. Mereka berhasil menggaet 100.000 penjual tambahan dalam satu tahun.

Sejak saat itu, Zaky memutuskan untuk fokus kepada Bukalapak. Dalam kurun waktu tiga tahun, Bukalapak telah memiliki lebih dari 150.000 penjual dengan berbagai jenis barang yang dijual, mulai dari elektronik hingga produk fashion.

Keunggulan Bukalapak
 

kreatif
Bukalapak menerapkan promosi kreatif terhadap setiap kampanye produknya
Sumber:
cdn0-a.production.vidio.static6.com

Fitur-fitur Bukalapak memiliki keunggulan dibanding para kompetitornya. Misi mereka yang ingin memberdayakan para UKM menjadi fondasinya. Segala hal yang dilakukan berfokus kepada kesejahteraan dan kemudahan para penjualnya. Hal ini dibuktikan dengan fitur notifikasi lewat SMS tiap kali ada pesanan, kemudahan sistem feedback dan pencarian di internet, dan konsultasi bisnis pribadi kepada Bukalapak.

Keterbukaan Zaky kepada pelaku bisnis juga tercermin lewat kampanye-kampanye kreatifnya. Dalam beberapa iklannya, Zaki mengajak para pengusaha lokal untuk beralih ke Bukalapak. Ia menggambarkan bahwa tiap-tiap penjual adalah ‘seorang pahlawan’. Lewat kampanye kreatifnya yang nyeleneh juga, ia bisa menggaet ‘Dian Sastro KW’ untuk mempromosikan Bukalapak.

baca juga: kisah inspiratif Aji Putra ‘Batik Negarawan’

Selain itu, mereka rajin meraih para pengguna baru lewat berbagai kegiatan marketing yang kreatif. Mulai dengan membuat video-video yang menggambarkan tentang etos Bukalapak sampai acara off air seperti diskusi, seminar dan konser mini. Bukalapak memang dimotori oleh jiwa-jiwa muda.

Menginspirasi bersama Bukalapak
 

suasana kantor
Suasana kantor Bukalapak
Sumber:
cdn.techinasia.com

Tahun 2016, Zaky menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Wira Karya berkat jasa dan darma baktinya kepada negara. Penghargaan yang diberikan langsung oleh presiden Joko Widodo ini mengisyaratkan bahwa Zaky merupakan seorang yang dapat menjadi inspirasi bagi bangsa.

Zaky dan Fajrin Rasyid (CFO Bukalapak) juga pernah didapuk sebagai Endeavor Entrepreneur. Mereka menjadi International Selection Panel Endeavor ke-63 di Dubai. Di sana mereka bertemu dengan para pebisnis dan tokoh berpengaruh global. Dengan bergabung bersama Endeavor, Zaky dan Fajrin mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan menghadiri mentor, network, talent, learning events, investor, serta Endeavor Entrepreneur lain dari seluruh dunia.

Dengan Bukalapak, Achmad Zaky ingin ikut mengembangkan komunitas agar lebih produktif. Semangat itulah yang harus ditularkan kepada publik. Mengembangkan masyarakat berarti mengembangkan bangsa. Achmad Zaky dan Bukalapak telah berupaya untuk membentuk generasi kompeten Indonesia. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!